Pada hari-hari setelah wuquf di Arafah para jamaah haji bergerak menuju muzdalifah dan mina untuk melaksanakan mabit dan kemudian dilanjutkan dengan aktifitas melempar Jumrah di Mina, yaitu di salah satu bukit yang sekarang menjadi tempat pelemparan jumrah (jamarat). Para jamaah haji melempar jumrah sebanyak 3 kali, yaitu jumrat al ula, wustha dan 'aqabah. Aktifitas melempar jumrah ini merujuk pada kisah Nabiyallah Ibrahim saat bermimpi mendapat perintah "aneh" dari Tuhannya untuk menyembelih anak semata wayang yang sangat dicintainya. Hal ini sangat terkait dengan amal ibadah yang luar biasa dari Nabiyallah Ibrahim a.s. yaitu melaksanakan perintah qurban dalam rangka taqarrub kepada Allah swt dengan jumlah yang sangat banyak hingga pernah terungkap sebuah pernyataan bahwa sekiranya Allah swt memerintahkan untuk menyembelih anaknya guna taqarrub pun, maka pasti dipenuhinya karena ketaatannya...